MENGGALI KESEMBUHAN & KEBUGARAN JIWA
Dari Lokakarya & Diklat QPIT Yogyakarta
QPIT kini mendapat tanggapan yang besar dokalangan masyarakat untuk kesehatan fisik maupun metafisik. Pemanfaatannya yang mengarah kecerahan spiritual sehingga QPIT(Quantum Psikoterapy Illahi Training) menyosialisasikannya dalam Lokakarya & Diklat yang berkelanjutan.
Gelar Lokakarya & Diklat QPIT Biosel ini sendiri yang digelar Minggu, 14 Januari 2007 di Hotel Bintang Fajar (BIFA) Yogyakarta berjalan sukses. Para peserta yang hadir pun beragam, yakni terdiri atas kalangan dokter, praktisi reiki, prana, ilmu hikmah, dan pecinta pengobatan herbal dari berbagai daerah Indonesia. Mereka merasakan manfaatnya mengikuti kegiatan tersebut yaitu tambah
Ilmu, badan segar, dan pikiran frees.
Pembukaan Lokakarya & Diklat diawali dengan sambutan selamat datang oleh Syiam Soko Aji, SPt selaku moderator dan spiritualis Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian tausiyah oleh Tengku Ismi dari Kotagede, Yogyakarta. Beliau memaparkan pemahamanya bahwa Metode QPIT tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. “Bila kita manfaatkan, maka badan kita akan menjadi sehat,” ujar Tengku Ismi asal Aceh.
Usai tausiyah dari ulama dilanjutkan dengan kesaksian dari mantan peserta diklat pertama yang diadakan beberapa waktu lalu. Kesaksian pertama oleh Yunus Arif, setelah mengikuti lokakarya dan Diklat QPIT, maka saya langsung mempraktikkan padadiri sendiri dan orang lain. Saya bisa mendeteksi penyakit orang lain dan diri sendiri.
Sedangkan kesaksian selanjutnya dari Suripno, SE asal Yogyakarta mengatakan bahwa setelah mengikuti Lokakarya dirinya mengalami perubahan psikis secara total. Yaitu penyakit trauma yang selama ini menghantui akibat gempa bumi pelan-pelan tersembuhkan. Jantung yang dulunya sering berdebar kini sudah tidak lagi. Sehingga dirinya bisa bekerja dengan baik dan bisa tidur dirumah dengan nyenyak. Karena sebelumnya selalu tidur ditenda luar rumah.